Saturday, July 21, 2018

Kisah perjalanan Raja Iskandar zulqarnain Bersama Nabi Khidir As dalam mencari a’inul khayat ( sumber air hidup)

sumber google.com .
Kisah  perjalanan Raja Iskandar  Zulqarnain bersama  Nabi Khidir As dalam mencari a’inul khayat ( sumber air hidup)
Assalamualaikum warohmatullohi wabarakhatuh,
Terimakasih buat kalian yang sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca tulisan saya ini. Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang sebuah kisah di masa lalu , salah satu sejarah dalam peradaban islam juga ,yaitu dari seorang raja yang sangat adil dan bijaksana ,yaitu Raja Iskandar zulqarnain, raja yang sangat bertaqwa dan beriman kepada allah swt. lantas kenapa bersama Nabi Khidir? Mungkin ada yang masih bertanya-tanya,? Yah mari kita ikuti alur ceritanya.
Saat itu jauh sebelum masehi, yaitu sekitar 322 sebelum masehi, Raja Iskandar zulqarnainmelakukan perjalanan menuju tepi bumi atau ujung bumi ( istilah ungkapan pada masa itu) isitlah ini di sebut oleh orang-orang sebelum COLOMBUS menemukan benua amerika pada tahun 1492 m.yang mana saat itu orang-orang beranggapan bahwa bumi itu tidak lah bulat, melainkan datar, jadi istilah bumi itu datar itu bukan hanya jaman sekarang saja, jauh sebelum tahun masehi pun orang-orang banyak yang beranggapan demikian, maka tidaklah heran jika jaman sekarang masih ada yang beranggapan demikian pula bahwa bumi itu datar.
Saat itu ketika Raja Iskandar zulqarnain melakukan perjalanan menuju tepi bumi ,Allah Swt mengutus salah-satu malaikat yang  bernama Rafa’il  untuk mendampingi Raja Iskandar zulqarnain Ketika di tengah perjalanan mereka berbincang-bincang dan sang rajapun  meminta untuk menceritakan tentang ibadahnya para malaikat kepada Allah Swt , malaikat Rafa’il pun  menceritakannya sedikit gambaran bagaimana para Malaikat di langit beribadah kepada  Allah Swt, malaikat Rafa’il pun berkata “ ibadahnya para malaikat di langit diantaranya ada yang berdiri tidak mengangkat kepala selama-lamanya , ada yang sujud tidak mengangkat kepala selama-lamanya ,dan ada pula yang ruku tidak mengangkat kepala selama-lamanya” . mendengar penuturan malaikat Rafa’il  tersebut Raja Iskandar Djulkarnaen pun tercengang ,dan dalam benak sang raja pun timbul keinginan untuk dapat melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan para malaikat untuk terus beribadah kepada Allah Swt. lalu kemudian sang raja pun berkata “ alahngkah senang nya andaikan aku dapat hidup bertahun-tahun untuk bisa terus beribadah kepada Allah Swt “ lalu kemudian malaikat Rafa’il  pun “ Sesungguhnya Allah Swt   telah menciptakan sumber air dibumi yang bernama  A’inul Hayat, yang artinya Sumber Air Hidup,  Maka barang siapa yang dapat meminumnya seteguk,maka tidak akan mati sampai hari kiamat itu tiba atau ia memohon kepada Allah  agar supaya iya dimatikan”.
Dan kemudian sang raja pun bertanya kembali tentang A’inul Khayat  itu “ Apakah engkau tau tempat A’inul Hayat itu “ lalu malaikat Rafa’il pun menjawabnya “ Bahwa sesungguhnya a’inul hayat itu berada di bumi yang gelap” , lalu setelah Raja mendengarkan pernyataan tersebut, kemudian raja mengumpulkan para alim ulama pada jaman tersebut , lalu raja pun bertanya kepada mereka tentang a’inul hayat, lalu mereka menjawab “ kita tidak tahu kabar atau keberadaanya” tapi ada seorang ulama yang alim diantara mereka lalu kemudian menjawabnya “ sesungguhnya aku pernah membaca didalam wasiat nabi adam as, bahwa sesungguhnya allah meletakan a’inul hayat itu di bumi yang gelap” lalu kemudian sang Raja pun bertanya kembali “ lalu dimanakah tempat bumi gelap itu ?” Tanya sang Raja , seorang yang alim pun menjawabnya kembali “ yaitu di tempat keluarnya matahari”.
Setelah raja mendengarkan penuturan salah seorang ulama tersebut Kemudian rajapun bersiap-siap untuk pergi ketempat  yang di maksud dan rajapun bertanya kepada para sahabat-sahabatnya “ kuda apa yang sangat tajam penglihatannya di waktu gelap ?” para sahabat pun menjawabnya “ kuda betina yang masih perawan wahai raja “, lalu raja pun mengumpulkan 1000 ekor kuda betina yang masih perawan dan kemudian memilih para tentaranya sebanyak 6000 orang cendikiawan dan ahli dalam mencambuk , salah satu diantaranya adalah Nabi Khidir  As,  Yang kebetulan saat itu belau adalah seorang Perdana Mentri di kerajaan Iskandar Djurkarnain,.

DIMULAINYA PERJALANAN RAJA ISKANDAR ZULQARNAIN DAN NABI KHIDIR AS
sumber google.com 

singkat cerita di mulailah perjalanan tersebut dan Nabi Khidir As pun berjalan di depan pasukannya . setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh mereka menjumpai bahwa tempat keluarnya matahari  tersebut tepat berada di arah kiblat dan terus melanjutkan perjalanan mencari  tempat keberadaannya mata air hidup itu tersebut, di kisahkan bahwa perjalanan rombongan Raja Iskandar zulqarnain saat itu kurang lebih sekitar 12 tahun lamanya, lalu kemudian sampai lah di tempat bumi yang sangat gelap itu, dan ternyata gelapnya itu memancar seperti asap bukan seperti gelapnya di saat waktu malam.
Namun saat itu ada salah satu cendikiawan yang mencoba mencegah Raja untuk masuk ke tempat yang sangat gelap itu dan bala tentaranyapun berkata kepada sang raja  “ Wahai raja bahwa sesungguhnya raja-raja terdahulu tidak ada yang masuk ke tempat yang gelap ini, karena sesunguhnya tempat yang gelap ini sangat berbahaya” tapi saat itu sang raja menolak permintaan para prajuritnya dan berkata “ kita harus memasukinya ,tidak boleh tidak” ungkap sang raja.
Maka ketika sang raja mencoba untuk tetap masuk merekapun membiarkannya dan kemudian raja berkata kepada mereka “ Diamlah, tungulah kalian di tempat ini selama 12 tahun, jika aku bisa datang selama masa 12 tahun tersebut, maka kedatanganku menunggu kalian teramasuk baik, tapi jika aku tidak datang selama 12 tahun tersebut ,maka pulanglah kalian ke negri kalian” .setelah itu pun raja sempat bertanya kepada Malaikat Rafa’il yang ditugaskan allah swt untuk menemani perjalanan beliau “ apa bila kita  melewati tempat yang gelap ini , apakah kita akan melihat kawan-kawan kita?” Tanya sang raja , lalu kemudian sang malaikat pun menjawabnya “ tidak bisa kelihatan, akan tetapi aku akan memberimu sebuah mutiara,jika mutiara itu ke atas bumi maka mutiara itu akan menjerit dengan suara yang keras,dengan demikian kawan-kawan yang tersesat dapat kembali kepada jalanya yang benar”.
Lalu kemudian saat itupun raja bersama sekelompok pasukannya pun mulai masuk ke tempat yang sangat gelap itu , mereka berjalan ditempat yang sangat gelap itu selama 18 hari lamanya , tanpa bisa melihat matahari, melihat bulan, merasakan pergantian siang dan malam, bahkan tidak pernah melihat burung dan hewan-hewan yang lainya. Saat itupun raja berjalan di tempat itu di damping bersama Nabi Khidir As .
Di saat mereka melakukan perjalanan menuju tempat beradanya sumber air hidup itu ,saat itupun  turunlah wahyu kepada Nabi Khidir As dan memberi tahu kan kepada beliau tentang keberadaan a’nul hayat tersebut, “ bahwa sesungguhnya a’inul hayat itu berada di sebelah kanan jurang dan ainul hayat itu aku khusus kan untuk engkau”. Lalu kemudian setelah nabi khidir menerima wahyu tersebut beliau berkata kepada para sahabatnya, “ berhentilah kalian di tempat masing-masing,dan janganlah kalian meninggalkan tempat kalian sehingga aku datang kepada kalian” ,lalu kemudian beliaupun berjalan kea rah kanan jurang dan saat itupun di dapatinya a’inul hayat yang di carinya selama itu, kemudian nabi khidir pun turun dari kudanya, saat itupun beliau langsung melepaskan pakaiannya dan turun  ke a’inul hayat atau sumber air hidup tersebut, beliau pun mandi dan minum di sumber air hidup tersebut dan di rasakannya air itu air nya lebih manis dari pada madu.
Setelah beliau selesai mandi dan minum di sumber air hidup tersebut ,beliaupun bergegas untuk kembali kepada rombongan dan sang raja yang telah menunggunya ,dan saat itupun sang raja iskandar djulkarnaen pun tidak tau apa yang telah terjadi kepada nabi khidir as . itulah kehendak allah swt , yang mencari dan menginginkan a’inul hayat raja iskandar djulkarnaen tetapi allah berkehndak lain .
Dan saat itu raja iskandar djulkarnaen di kelilingi tempat yang sangat gelap itu selama 40 hari ,dan tiba-tiba tampak oleh raja sebuah sinar seperti kilat ,saat itu pun raja melihat bumi yang berpasir merah dan terdengar suara gemercik di bawah kaki kuda , dan kemudian sang raja pun bertanya kembali kepada malaikat Rafa’il  ,” suara apakah yang gemercik di bawah kaki kuda ini “ sang malaikatpun menjawab pertanyaan sang raja “ gemercik ini adalah suara benda , apabila  ada seseorang mengambilnya ,niscaya ia akan menyesal ,tetapi apa bila dia tidak  mengambilnya maka  niscaya ia akan menyesal juga “ dan saat itupun semua orang dalam rombongan itu pun ragu-ragu terhadap sikapnya , apakah akan mengambilnya atau akan tetap membiarkannya.
Tetapi di antara pasukan itu ada seseorang yang membawanya keluar  namun tidak terlalu banyak alias sedikit, dan setelah mereka semua berhasil keluar dari tempat yang sangat gelap itu ,mereka semua di buat tercengang dan kaget, ternyata benda tersebut adalah sebuah permata yakut yang berwarna merah dan jambrud yang berwarna hijau ,maka menyesalah pasukan yang hanya mengambil sedikit tersebut, begitu pula dengan mereka yang tidak mengambil sama sekali ,mereka begitu menyesal, bagaimana tidak ,mereka baru saja meninggalkan permata yang sangat begitu mewah dan mahal harganya tersebut.
Begitulah sepenggal kisah perjalanan Raja Iskandar zulqarnain Dan Nabi Khidir As  dalam perjalanan mencari sumber air hidup atau A”INUL HAYAT . dan Anugrah kepada nabi khidir as yang telah di anugrahi berumur panjang oleh allah swt . ada beberapa khiyat tentang nabi khidir as ,bahwa beliau di utus oleh allah swt untuk menjaga a’inul hayat tersebut, baik dari golongan ,jin,syetan dan manusia yang berbondong-bondong ingin meminum air sumber hidup tersebut. Dan setelah nabi khidir as menjaganya ,tidak ada satu  orang pun yang dapat meminum mata air tersebut .

sumber google.com
Ada beberapa ulama yang berpendapat tentang keberadaan a’inul hayat tersebut ,bahwa letaknya ada di PULAU BERMUDA  . oleh karena itu banyak kapal dan orang yang hilang saat hendak melewati tempat tersebut ,dikarenakan para syetan dan jin berbondong-bondong mengelilingi tempat tersebut karena ingin meminum a’inul hayat tersebut.  Wallahualam bitsawap, hanya allah yang tau
Pendapat para ulama itu belum tentu benar dan belum tentu salah juga. Serahkan semua pada allah yang maha mengetahui dan maha memiliki dari semua apa yang ada di alam semesta ini. Barakhallah
Demikian tentang sebuah kisah perjalanan seoran raja yang taat beribadah kepada allah swt ( raja  iskandar djulkarnaen dan nabi khidir as dalam pencarian sumber air hidup atau a’inul hayat.Semoga bermanfaat untuk kalian dan mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada salah kata yang di sampaikan atau dalam penulisan ,mohon untuk di ingatkan, semoga allah swt mengampuni atas segala kekhilafan dan kesalahan kita semua amin.
Silahkan bagikan jika menurut teman-teman artikel ini sangat membantu dan beruna untuk teman-teman atau sodara yang lainya .

terimakasih wassalamua’laikum waroh matullahi wabarakhatuh

0 comments:

Post a Comment